Saturday, December 31, 2016

Tipe Hubungan Dalam Pernikahan

Tipe Hubungan Dalam Pernikahan
Tipe Hubungan Dalam Pernikahan - Alasan utama yang mendasari sebuah perkawinan adalah untuk memiliki teman hidup yang dicintai dan mendapatkan kepuasan psikologis dari hubungan tersebut. Kenyataannya, perkembangan perkawinan dapat menuju ke berbagai arah sehingga ada berbagai tipe hubungan dalam perkawinan. Nah, pada kesempatan hari ini saya akan memberikan sedikit pengetahuan seputar pernikahan yang berjudul Tipe Hubungan Dalam Pernikahan. Berikut adalah enam klasifikasi atau tipe hubungan dalam perkawinan menurut Cuber dan Harroff :

Conflict – habituated

Tipe hubungan ini adalah tipe pasangan yang jatuh dalam kebiasaan mengomel dan bertengkar. Kebiasaan ini menjadi semacam gaya hidup bagi mereka sehingga secara konstan selalu menemukan ketidaksepakatan. Jadi, stimulasi perbedaan individu dan konflik justru mendukung kebersamaan pasangan tersebut. Kadang didukung oleh kehidupan seks yang memuaskan.

Devitalized
Tipe hubungan ini merupakan karakteristik pasangan yang sekali waktu dapat mengembangkan rasa cinta, menikmati seks, dan satu sama lain saling menghargai. Namun mereka cenderung mengalami kekosongan perkawinan dan tetap bersama – sama, terutama demi anak dan posisi mereka dalam komunitas. Cukup menarik, karena pasangan dengan tipe ini tak merasa bahwa dirinya tidak bahagia. Mereka berpikir bahwa keadaan yang dialami merupakan hal biasa setelah bertahun – tahun penuh gairah dilampaui. Sayang sekali bahwa tampaknya ini merupakan tipe yang paling umum dalam perkawinan.

Passive – congenial
Pasangan tipe ini sama dengan tipe devitalized tetapi kekosongan perkawinan itu telah berlangsung sejak awal. Perkawinan seperti ini sering kali disebabkan perkawinan lebih didasari kalkulasi ekonomi atau status sosial, bukan karena hubungan emosional.

Seperti pasangan tipe devitalized, hanya sedikit keterlibatan emosi, tidak terlalu menghasilkan konflik, tetapi juga kurang puas dalam perkawinan. Nyatanya pasangan – pasangan ini lebih banyak saling menghindari bukannya saling peduli.

Utilitarian
Berbeda dengan tipe – tipe yang lain, tipe ini lebih menekankan pada peran daripada hubungan. Terdapat perbedaan sangat kontras, terutama bila dibandingkan dengan dua tipe terakhir (vital dan total) yang bersifat intrinsik, yaitu yang mengutamakan relasi perkawinan itu sendiri.

Vital
Tipe vital ini merupakan salah satu tipe hubungan perkawinan dengan ciri pasangan – pasangan terikat satu sama lain, terutama oleh relasi pribadi antara yang satu dengan yang lain. Di dalam relasi tersebut, satu sama lain sangat peduli untuk memuaskan kebutuhan psikologis pihak lain dan saling berbagi dalam melakukan berbagai aktivitas.

Pada tipe ini masing – masing pribadi memiliki identitas pribadi yang kuat. Di dalam komunikasi mereka terdapat kejujuran dan keterbukaan. Bila terdapat konflik biasanya karena hal – hal yang sangat penting dan dapt diatasi dengan cepat. Ini merupakan tipe perkawinan yang paling memuaskan. Sayang sekali tipe ini paling sedikit kemungkinannya.

Total
Tipe ini memiliki banyak kesamaan dengan tipe vital. Bedanya, pasangan – pasangan ini menjadi satu daging atau one fles. Mereka selalu dalam kebersamaan secara total, sehingga meminimalisasi adanya pengalaman pribadi dan konflik. Tidak seperti pada tipe devitalized, kesepakatan biasanya dilakukan demi hubungan itu sendiri. Tipe perkawinan ini sangat jarang.

Di atas adalah enam Tipe Hubungan Dalam Pernikahan. Yang mana tipe hubungan kalian ? semoga setiap tipe–tipe hubungan terdapat hikmahnya tersendiri yaaa. Tipe–tipe diatas diklasifikasikan berdasarkan alasan – alasan dan keseharian pasangan tersebut. Seperti contohnya menikah demi alasan demi mendapatkan keturunan, demi status sosial, demi cinta dan sebagainya. Namun, alasan yang paling umum mendasari keputusan seseorang untuk menikah adalah untuk memiliki teman hidup yang dicintai dan mendapatkan kepuasan psikologis dari hubungan tersebut.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Tipe Hubungan Dalam Pernikahan

0 komentar:

Post a Comment